PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PADA DINAS DAN BADAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANAH LAUT
PERATURAN BUPATI TANAH LAUT
NOMOR 29
TAHUN 2013
TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS
PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PADA
DINAS DAN BADAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANAH
LAUT
BUPATI TANAH LAUT,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang efektif,
aspiratif dan efesien maka perubahan organisasi diperlukan agar organisasi itu
nantinya mampu menjawab tantangan dan melakukan perbaikan kedepan demi
peningkatan pelayanan kepada masyarakat;
b. bahwa dalam rangka mensinergikan kegiatan unit pelaksana tekhnis dan juga
meningkatkan pelayanan publik yang bermutu, adil dan merata maka perlu
dilakukan perubahan kedua atas Peraturan Bupati Tanah Laut Nomor 19 Tahun 2008
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pada
Dinas dan Badan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan
sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati Tanah
Laut.tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati
Tanah Laut Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pada Dinas dan Badan Di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Tanah Laut;
Mengingat : 1. Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Tanah Laut, Daerah
Tingkat II Tapin dan Daerah Tingkat II Tabalong ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1965 Nomor 51,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 2765 ) dengan mengubah Undang – Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang
Penetapan Undang – Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah
Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 72);
2.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974
tentang Pokok-pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999
tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3839 );
3.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia 3419);
4.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun
1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851 );
5.
Undang-Undang Nomor 41 Tahun
1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 tentang
Kehutanan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1999 Nomor 167, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4412);
6.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
7.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan Negara (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
8.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun
2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4400);
9.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun
2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
10.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ) yang
telah beberapa kali diubah dengan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4548) dan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia 4844 );
11.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun
2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan
Daerah ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4438 );
12.
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4725);
13.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara
Republik IndonesiaTahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5059)
14.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5234);
15.
Peraturan Pemerintah Nomor 16
Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara
Republik Indonesia tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3547);
16.
Peraturan Pemerintah Nomor 9
Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai
Negeri Sipil ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263 );
17.
Peraturan Pemerintah
Nomor 44 Tahun 2004 tentang Perencanaan
Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 146, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4452);
18.
Peraturan Pemerintah Nomor 56
Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4576);
19.
Peraturan Pemerintah Nomor 58
Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
20.
Peraturan Pemerintah Nomor 79
Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah
Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593 );
21.
Peraturan Pemerintah Nomor 6
Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4609)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4855);
22.
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang tata hutan dan Penyusunan
Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4696 ) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun
2008 ( Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4814 )
23.
Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia
Nomor 4737 );
24.
Peraturan Pemerintah Nomor 41
Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4741 );
25.
Peraturan Pemerintah Nomor 26
Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4833);
26.
Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;
27.
Peraturan Menteri Kehutanan
Nomor P.6/Menhut-II/2009 tentang Pembentukan Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan ( Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 14 );
28.
Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 61 Tahun 2010 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kesatuan Pengelolaan
Hutan Lindung dan Kesatuan Hutan Produksi di Daerah ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 655};
29.
Peraturan Menteri Kehutanan
Nomor P.6/Menhut-II/2010 tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kreteria
Pengelolaan Hutan Pada Kesatuaan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan
Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2010Nomor 62)
30.
Peraturan Daerah Kabupaten Tanah
Laut Nomor 12 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut ( Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Laut Tahun
2008 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Laut Nomor 13 );
31.
Peraturan Daerah Kabupaten
Tanah Laut Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi
Perangkat Daerah Kabupaten Tanah Laut ( Lembaran Daerah Kabupaten Tanah
Laut Tahun 2008 Nomor 13, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Laut Nomor
14 );
32.
Peraturan Daerah Kabupaten
Tanah Laut Nomor 1 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten
Tanah Laut Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi
Perangkat Daerah Kabupaten Tanah Laut (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Laut
Tahun 2010 Nomor 1, Tambahan Lembaran
Daerah Kabupaten Tanah Laut Nomor 1).
33.
Peraturan Bupati Tanah Laut
Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Pada Dinas dan Badan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TANAH LAUT
TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PADA DINAS
DAN BADAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANAH LAUT
Pasal
I
Beberapa
ketentuan dalam Peraturan Bupati Tanah Laut Nomor 19 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pada Dinas dan Badan Di Lingkungan
Pemerintah kabupaten Tanah Laut tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Tanah Laut Nomor 19 Tahun
2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pada Dinas dan
Badan Di Lingkungan Pemerintah kabupaten Tanah Laut , diubah sebagai berikut :
1.
Pada Bab I Ketentuan Umum
Pasal 1 penggunaan huruf diubah dengan angka dan ditambah Badan Lingkungan
Hidup dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga sehingga Pasal 1 berbunyi :
Pasal
1
Dalam Peraturan Bupati ini
yang dimaksud dengan :
1.
Daerah adalah Kabupaten Tanah Laut;
2.
Pemerintah Daerah adalah
penyelenggaraan urusan pemerintah oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas
otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945;
3.
Kepala Daerah adalah Bupati
Tanah Laut;
4.
Dinas Pendidikan adalah Dinas
Pendidikan Kabupaten Tanah Laut;
5.
Dinas Kesehatan adalah
Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut;
6.
Dinas Perhubungan adalah Dinas
Perhubungan Kabupaten Tanah Laut;
7.
Dinas Tenaga Kerja,
Transmigrasi dan Sosial adalah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial
Kabupaten Tanah Laut;
8.
Dinas Pekerjaan Umum adalah
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanah Laut;
9.
Badan Pelaksana Penyuluhan
Pertanian, Perikanan dan Kehutanan adalah Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tanah Laut;
10.
Badan Pemberdayaan Perempuan
dan Keluarga Berencana adalah Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Berencana Kabupaten Tanah Laut;
11.
Kepala Dinas Pendidikan adalah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut;
12.
Kepala Dinas Kesehatan adalah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah
Laut;
13.
Kepala Dinas Perhubungan
adalah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Laut;
14.
Kepala Dinas Tenaga Kerja,
Transmigrasi dan Sosial adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan
Sosial Kabupaten Tanah Laut;
15.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum
adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanah Laut;
16.
Kepala Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan adalah Kepala Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tanah Laut;
17.
Kepala Badan Pemberdayaan
Perempuan dan Keluarga Berencana adalah Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan
Keluarga Berencana Kabupaten Tanah Laut;
18.
Unit Pelaksana Teknis
selanjutnya disebut UPT adalah Unit Pelaksana Teknis pada Dinas dan Badan di
Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut;
19.
Sub Bagian Tata Usaha adalah
Sub Bagian Tata Usaha Pada Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut;
20.
Kepala Unit Pelaksana Teknis
adalah Kepala Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas dan Badan di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut;
21.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha
adalah Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pada Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan
di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut;
22.
Kelompok Jabatan Fungsional
adalah sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam
berbagai kelompok sesuai bidang keahliannya;
23.
Dinas Kehutanan adalah Dinas
Kehutanan kabupaten Tanah Laut;
24.
Dinas Peternakan adalah Dinas Peternakan
Kabupaten Tanah Laut.
25.
Kepala Dinas Kehutanan adalah
Kepala Dinas Kehutanan kabupaten Tanah Laut;
26.
Kepala Dinas Peternakan adalah
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tanah Laut;
27.
Badan Lingkungan Hidup adalah
Badan Lingkungan Kabupaten Tanah Laut;
28.
Dinas Pariwisata, Pemuda dan
Olah Raga adalah Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tanah Laut,
29.
Kepala Badan Lingkungan Hidup
adalah Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut.
30.
Kepala Dinas Pariwisata,
Pemuda dan Olah Raga adalah Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga
Kabupaten Tanah Laut,
2.
Pada BAB II Pembentukan,
Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Pertama Pembentukan Pasal 2 ayat (2) diantara
angka 5 dan 6 ditambahkan sisipan satu angka baru yaitu 5c, yang berbunyi :
5c. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga.
1. Unit Pelaksana Teknis ( UPT) Objek Wisata
Pantai Takisung
3.
Pada BAB II Pembentukan,
Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Pertama Pembentukan Pasal 2 ayat (2) antara
angka 6 dan 7 disisipkan satu angka baru yaitu 6a , yang berbunyi :
6a. Badan Lingkungan Hidup
1.
Unit Pelaksana Teknis ( UPT)
Laboratorium Lingkungan
4.
Pada BAB II Pembentukan,
Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Paragraf 16 Pasal 34 dan pasal 25 di diubah dan
ditambah sehingga Paragraf 16 Pasal 34 dan pasal 35 Berbunyi :
Paragraf
16
Unit
Pelaksana Teknis (UPT)
Pasar
Hewan dan Rumah Potong Hewan
Pasal
34
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Hewan dan Rumah Potong
Hewan adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Dinas Peternakan, mempunyai
tugas pokok melaksanakan pelayanan bagi
setiap orang atau Badan Hukum yang melakukan transaksi jual beli ternak,
Pengguna Fasilitas Pasar Ternak, Jasa Pelayanan (Pemeriksaan) Kesehatan Ternak,
Promosi dan Pelayanan Informasi Pasar, Kebersihan Pasar dan Penanganan Limbah
Pasar, Melakukan Pengawasan Terhadap Pengeluaran Ternak dan atau Ternak Bibit
dari Wilayah Kabupaten Tanah Laut, pemotongan hewan ternak dan penanganan
daging, melaksanakan pemeriksaan hewan sebelum dipotong dan pemeriksaan daging
untuk mencegah penularan penyakit hewan kepada manusia, dan mendukung secara
teknis program kerja Dinas Peternakan di bidang pemasaran dan rumah potong
hewan.
Pasal
35
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 34
Peraturan Bupati ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan mempunyai
fungsi :
a.
Pelaksanaan
penyusunan program kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya;
b.
Pelaksanaan
Pelayanan transaksi jual beli;
c.
Penyediaan
fasilitas pasar ternak;
d.
Pelaksanaan
penyediaan jasa pemeriksaan kesehatan ternak, inseminasi buatan dan pemeriksaan
kebuntingan;
e.
Pelaksanaan
pelayanan promosi dan informasi pasar
peternakan secara on line;
f.
Pelaksanaan
pemeliharaan kebersihan pasar ternak dan lingkungan sekitarnya serta penanganan
limbah;
g.
Melaksanakan
pengawasan terhadap pengeluaran ternak dan atau ternak bibit dari wilayah
Kabupaten Tanah Laut;
h.
Pelaksanaan pelayanan pemotongan hewan dan
penanganan daging;
i.
Pelaksanaan pemeriksaan,
hewan sebelum dipotong dan pemeriksaan daging untuk mencegah
penularan penyakit hewan kepada manusia;
j.
Pelaksanaan pengamatan
penyakit hewan menular di wilayah kerjanya;
k.
Penyelenggaraan seleksi dan
pengendalian pemotongan hewan besar betina bertanduk yang masih produktif;
l.
Penyelenggaraan monitoring,
evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Hewan dan Rumah Potong Hewan; dan
m.
Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan.
5.
Pada BAB II Pembentukan, Kedudukan, Tugas
Pokok dan Fungsi ditambah 2 (dua)
paragraf baru, yaitu
paragraf 17 dan 18 dan diantara pasal 35 dan
36 disipkan 4 pasal yaitu 35A, 35B, 35C dan 35D, sehingga paragraf 17 dan
paragraf 18 berbunyi :
Paragraf 17
Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Objek Wisata Pantai Takisung
Pasal 35A
Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Objek Wisata Pantai Takisung adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Dinas
Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga, mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan
Olah Raga Kabupaten Tanah Laut dalam
menyelenggarakan pelayanan dibidang
pengelolaan objek wisata pantai Takisung
Pasal
35B
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud pada pasal 35A Peraturan Bupati ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Objek
Wisata Pantai Takisung mempunyai fungsi :
a.
Pelaksanaan
penyusunan program kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya;
b.
Pelaksanaan pengelolaan
objek,wisata pantai Takisung;
c.
Pelaksanaan Ketatausahaan.
Paragraf
18
Unit
Pelaksana Teknis (UPT)
Laboratorium
Lingkungan
Pasal
35C
Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Laboratorium Lingkungan adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan
Lingkungan Hidup, mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut dalam
menyelenggarakan pelayanan dibidang laboratorium yang meliputi pengujian,
penetapan dan secara akurat, efesien dan layak dipercaya terhadap udara dan
kebisingan, air sungai dan danau, air tanah serta air limbah serta
pengembangannya dalam rangka penyajian data dan informasi bidang lingkungan
hidup.
Pasal 35D
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud pada pasal 35C Peraturan Bupati ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Laboratorium Lingkungan mempunyai fungsi :
a.
Pelaksanaan
penyusunan program kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya;
b.
Pelaksanaan kegiatan pelayanan
pengujian dan penetapan untuk udara dan tingkat kebisingan;
c.
Pelaksanaan kegiatan pelayanan
pengujian dan penetapan untuk air sungai dan danau, air tanah serta air limbah;
d.
Pelaksanaan pelayanan
informasi hasil pengujian udara, tingkat kebisingan, air sungai dan danau, air
tanah serta air limbah;
e.
Pelaksanaan Pengembangan
teknis dan metode analisis laboratorium lingkungansesuai dengan sistem mutu
laboratorium dan standar yang berlaku.
BAB III
SUSUNAN ORGANISASI
Pasal
36
(1) Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada
Dinas dan badan terdiri dari ;
1. Unit Pelaksana Teknis;
2. Sub Bagian Tata Usaha;dan
3. Kelompok jabatan Fungsional
(2) Penjabaran tugas pokok dan fungsi Unit Pelaksana
Teknis (UPT) dalam bentuk uraian tugas ditetapkan dengan Peraturan Bupati.
(3) Bagan struktur organisasi Unit Pelaksana Teknis
(UPT) sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Bupati ini dan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
Pasal 37
Sub
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan program dan
kegiatan, evaluasi dan pelaporan, melaksanakan urusan administrasi kepegawaian,
keuangan, surat menyurat, kearsipan, perlengkapan dan rumah tangga, kehumasan
dan ketatalaksanaan.
BAB IV
TATA KERJA
Pasal
38
Sub
Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugasnya
berada dibawah dan bertanggung kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis UPT.
Pasal 39
Dalam melaksanakan tugasnya semua unsur organisasi
di lingkungan unit Pelaksana teknis (UPT) wajib menerapkan prinsip organisasi,
integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar
satuan organisasi sesuai dengan tugas pokok masing-masing.
Pasal 40
(1) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan
kebijakan yang ditetapkan oleh kepala Dinas atau Kepala Badan.
(2) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) wajib memberikan
petunjuk, membina, membimbing dan mengawasi tugas bawahannya dan apabila
terjadi penyimpangan dapat mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggungjawab
memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan
serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
(4) Setiap Pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti
dan mematuhi petunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan
menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan
organisasi dan bawahan, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk
penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk dan arahan
selanjutnya kepada bawahan.
(6) Dalam penyampaian laporan kepada atasan, tembusan
laporan wajib disampaikan juga kepada satuan organisasi lain yang secara
fungsional mempunyai keterkaitan dan hubungan kerja.
(7) Dalam upaya meningkatkan efektivitas kegiatan dan
pelaksanaan tugas serta dalam rangka bimbingan dan evaluasi kinerja organisasi,
setiap pimpinan organisasi wajib mengadakan rapat atau pertemuan secara berkala.
BAB V
PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN
Pasal
41
Pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Kepala
Unit Pelaksana Teknis (UPT) ditetapkan oleh Bupati atas usul Kepala Dinas atau
Kepala Badan.
BAB VI
PEMBIAYAAN
Pasal 42
Sumber
pembiayaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) disediakan dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Kabupaten Tanah Laut, serta dari sumber-sumber lain yang sah.
BAB VII
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Pasal 43
(1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas unit kerja sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.
(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana tersebut
pada ayat (1) pasal ini, dikoordiniroleh seorang Tenaga Fungsional Senior
selaku ketua kelompok yang ditunjuk oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), berada
dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 44
(1)
Kelompok Jabatan
Fungsional sebagaimana dimaksud pasal 43 Peraturan Bupati ini, terdiri dari
sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terdiri dari berbagai
kelompok sesuai bidang keahliannya.
(2)
Jumlah tenaga
fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja ;
(3)
Pembinaan
terhadap tenaga fungsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
BAB IX
KETENTUAN
PERALIHAN
Pasal 45
(1)
Apabila tenaga
fungsional belum tersedia pada jabatan dimaksud, maka untuk sementara dapat
ditunjuk petugas yang memiliki kompetensi dan/atau sertifikasi yang sesuai
bidangnya dengan Keputusan Bupati.
(2)
Kepala Unit
Pelaksana Teknis Sekolah dijabat oleh Kepala Sekolah adalah Pemangku Jabatan
Fungsional.
(3)
Hal-hal lain
yang belum diatur dalam Keputusan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan
diatur kemudian.
BAB X
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 46
(1)
Dengan
berlakunya Peraturan Bupati ini, maka ketentuan lain yang mengatur hal yang
sama, dinyatakan dicabut dan tidak berlaku
lagi;
(2)
(3)
Peraturan
Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
(4)
Pasal II
Peraturan Bupati
ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Tanah
Laut.
Ditetapkan di Pelaihari
Pada tanggal
Diundangkan di Pelaihari
Pada Tanggal
SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN TANAH LAUT,
H. ABDULLAH
Berita Daerah Kabupaten
Tanah Laut
Nomor.................................................................
Tembusan Keputusan
ini disampaikan kepada :
1.
Gubernur Kalimantan Selatan
di Banjarmasin.
2.
Ketua DPRD Kabupaten Tanah
Laut di Pelaihari.
3.
Inspektur Kabupaten Tanah
Laut di Pelaihari.
4.
A r s i p.
|
|
Komentar
Posting Komentar